Muhammad Nazarudin Latief
10 April 2019•Update: 10 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri kosmetik hingga 9 persen tahun karena permintaan pasar dalam negeri dan ekspor yang terus meninggi.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan tren masyarakat yang memperhatikan perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama memberikan ekosistem yang mendukung perkembangan industri ini.
Pada 2017, industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan, sebanyak 95 persennya merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM).
Sedangkan industri skala menengah dan besar sudah berhasil mengekspor produknya.
“Terutama ke negara-negara di ASEAN, Afrika, Timur Tengah dan tujuan lainnya,” ujar Sigit dalam siaran persnya, Rabu.
Pada 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai USD516,99 juta, naik 16 persen dibanding 2016 yang sebesar USD470,30 juta.
Pemerintah kini melakukan berbagai upaya meningkatkan daya saing industri kosmetik. Misalnya, dengan menerapkan teknologi digital untuk menciptakan nilai tambah tinggi di dalam negeri.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan Indonesia merupakan salah satu pasar kosmetik yang besar dengan ditandai meningkatnya jumlah populasi penduduk usia muda.
Potensi lainnya adalah tren masyarakat menggunakan produk alami (back to nature) sehingga membuka peluang munculnya produk kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali.
Menurut Menteri Airlangga, Indonesia juga unggul dalam aspek bahan baku, karena memiliki keanekaragaman hayati baik yang berasal dari darat maupun laut.
Beberapa yang perlu dikembangkan seperti ganggang laut dan marine collagen yang potensial untuk dikembangkan di pasar lokal dan global. Kemudian lidah buaya bisa menghasilkan kolagen dan essential oil.
Di tingkat ASEAN, beberapa negara sudah fokus mengembangkan potensi wellness industry, yang meliputi industri farmasi, herbal, dan kosmetik.
Indonesia bersaing dengan market leader di Asia, yaitu Korea. Thailand juga melakukan pengembangan industri di sektor-sektor tersebut,” ujar dia.