Muhammad Nazarudin Latief
12 Desember 2017•Update: 12 Desember 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menyiapkan rencana pengembangan industri hulu beberapa kelompok industri untuk menjaga agar tidak rentan terhadap pertumbuhan impor.
Menurut Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Senin, paling tidak ada tiga sektor yang diincar pemerintah untuk dikembangkan. Mereka adalah industri besi dan baja, petrokimia, serta basic capital.
Industri besi dan baja, menurut Menteri Darmin, merupakan barang dengan kelompok turunan sangat banyak. Produknya dibutuhkan sektor-sektor lain untuk berkembang.
Itulah sebabnya, kata Menteri Darmin, pemerintah mendorong PT Krakatau Steel bermitra dengan Pohang Iron and Steel Corporation (Posco), perusahaan baja asal Korea Selatan.
“Kerja sama ini agar Krakatau Steel bisa menjawab kebutuhan akan hasil-hasil besi dan baja, ” ujar Menteri Darmin.
Kelompok industri berikutnya adalah petrokimia. Kesempatan Indonesia mengembangkan industri ini, kata Menteri Darmin, sebenarnya sangat besar namun tidak dimanfaatkan sama sekali.
Industri ini, sebut dia, hingga ke hilir bisa mengeluarkan produk seperti pipa, plastik, polyester, hingga farmasi. Pemerintah kini berjuang keras agar ada investor masuk ke industri ini, terutama di Tuban dan Cilacap. Sudah ada dua investor, yaitu perusahaan Rosneft dari Rusia yang tertarik mengembangkan industri di Tuban dan Arramco dari Arab Saudi yang ingin masuk ke Cilacap.
Berikutnya adalah, basic capital yaitu produk kesehatan yang ujungnya adalah farmasi. Kelompok ini dipilih karena sangat penting bagi masyarakat. Apalagi pengeluaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat besar untuk pembelian obat.
Sektor ini, kata Menteri Darmin, memerlukan banyak pemain di sektor hulu agar menghadirkan banyak pilihan pada pemerintah untuk memenuhi kebutuhannya.
“Di hulunya kita lihat perlu banyak pemain. Farmasi kita buka 100 persen boleh asing. Pokoknya datang ke sini, supaya hilirnya lebih murah,” ujar dia.
Selain tiga kelompok industri itu, pemerintah juga meneruskan kebijakan hilirisasi, pembangunan smelter, dan pengolahan hasil perkebunan.