Muhammad Nazarudin Latief
02 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Harga minyak kelapa sawit Malaysia kembali naik pada Senin, setelah mengalami harga terendah dalam tujuh bulan.
Kenaikan harga produk andalan Indonesia dan Malaysia ini menyusul harga minyak kedelai yang juga naik, dilaporkan The Star.
Harga patokan minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 0,31 persen, atau 6 ringgit, pada 1.957 ringgit (USD473,6) per ton, setelah naik ke 1.982 ringgit pada hari sebelumnya.
Pada Jumat, itu jatuh ke level terendah sejak 27 November di 1.946 ringgit.
Pada Juni, harga minyak ini turun 7 persen, penurunan kuartalan ketujuh berturut-turut.
"Kelapa sawit mengambil keuntungan dari pasar AS dan China," kata seorang pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur.
Harga kedelai Chicago naik untuk sesi kedua pada hari Senin ke level tertinggi satu tahun setelah mencairnya hubungan perdagangan AS-China menyusul pembicaraan antara kedua negara itu.
Harga minyak kedelai Amerika naik 1 persen pada Senin setelah naik 1,6 persen pada Jumat.
Harga minyak bumi yang membaik juga mendukung perdagangan sawit, kata para analis.
Harga minyak naik karena OPEC dan sekutu-sekutunya tampak akan memperpanjang pengurangan pasokan hingga setidaknya akhir 2019 pada pertemuan mereka di Wina minggu ini.
Peningkatan harga minyak sawit bisa bersifat sementara karena ekspor tidak meningkat dan produksi akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, kata pedagang lain yang berbasis di Kuala Lumpur.