Andrew Wasike
01 September 2023•Update: 05 September 2023
NAIROBI, Kenya
Uni Afrika (UA) pada Kamis menangguhkan keanggotaan Gabon sebagai tanggapan terhadap kudeta yang dilakukan oleh sekelompok perwira tinggi militer Gabon pada hari sebelumnya.
Uni Afrika, yang memiliki 55 anggota, menangguhkan partisipasi Gabon dalam semua kegiatan, organ, dan lembaga AU sampai pemulihan tatanan konstitusional di negara tersebut, sesuai dengan instrumen Uni Afrika, kata Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika (AUPSC) dalam sebuah pernyataan.
“Mereka mengutuk keras pengambilalihan kekuasaan oleh militer di Republik Gabon, yang menggulingkan Presiden Ali Bongo,” tambah pernyataan itu.
Intervensi militer terjadi hanya beberapa hari setelah tuduhan kecurangan dalam pemilu di negara itu pada Sabtu lalu, yang memilih Presiden Ali Bongo untuk masa jabatan yang ketiga.
Pada Rabu pagi, para perwira militer mengumumkan perebutan kekuasaan di televisi nasional, membatalkan hasil pemilu akhir pekan lalu dan menahan Bongo dan pejabat senior pemerintah lainnya.
Gabon adalah negara terbaru di Afrika yang mengalami kudeta militer setelah militer Niger merebut kekuasaan di negaranya akhir bulan lalu.