Astudestra Ajengrastrı
03 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Gulsen Topcu
NOUAKCHOTT
Konferensi Tingkat Tinggi Uni Afrika ke-31 berakhir pada Senin malam di ibu kota Mauritiania, menghasilkan keputusan penasihat untuk Libya, Somalia dan Sudan Selatan.
Turut hadir dalam KTT selama dua hari di Nouakchott adalah 22 presiden dari Afrika, empat perdana menteri dan dua menteri luar negeri.
Melalui pernyataan tertulis, Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika berkata para pelaku internasional harus tetap meneruskan usahanya untuk menerapkan rencana PBB yang bertujuan menciptakan stabilitas, integritas wilayah dan keamanan di Libya.
Menekankan kondisi kemanusiaan di Sudan Selatan yang kian memburuk saban harinya karena perang, pernyataan tersebut juga menyatakan seluruh pihak harus memenuhi kewajibannya.
Terkait Somalia, dewan berkata Uni Afrika mendukung aktivitas pemerintahan federal Somalia dalam menjalani periode transisi. Mereka juga meminta kepada PBB untuk mendanai misi Uni Afrika di Somalia.
Berbicara dalam konferensi pers, Ketua Uni Afrika dan Presiden Rwanda Paul Kagame berkata bahwa perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas di Kontinental Afrika (AfCFTA) adalah salah satu topik yang mendominasi agenda KTT.
Kagame menyatakan lima negara lagi telah menandatangani perjanjian tersebut.
Dia menambahkan, penetapan kawasan perdagangan bebas ini akan memberikan imbas besar kepada kesejahteraan Benua Afrika.