Serdar Dincel
25 September 2025•Update: 25 September 2025
ISTANBUL
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Rabu mengatakan bahwa “nilai sejati Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dihitung [dari usia] dalam hitungan dekade, melainkan diukur dalam tindakan.”
Dalam pidatonya di sidang ke-80 Majelis Umum PBB di New York, Albanese menegaskan kembali seruan untuk gencatan senjata di Gaza dan pengembalian para sandera.
Mengutip Piagam PBB, dia menekankan misi lembaga dunia tersebut untuk melindungi generasi mendatang dari perang dan memajukan hak asasi manusia fundamental serta kemajuan sosial.
Setiap negara yang terwakili di ruangan ini telah berjanji untuk menegakkan prinsip-prinsip ini, kata Albanese, sambil menambahkan bahwa pasukan penjaga perdamaian dan pekerja bantuan di seluruh dunia telah mempertaruhkan nyawa mereka dan telah gugur dalam mengejar cita-cita ini.
"Maka kita harus bertanya pada diri sendiri: Kapan kata-kata itu bisa bermakna, kalau bukan sekarang? Di mana kata-kata itu bisa diterapkan, kalau bukan di Timur Tengah?"
"Dan apa yang dapat kita, sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, katakan bahwa kita perjuangkan jika kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mendukung hal ini?"
"Ada momen kesempatan di sini — mari kita manfaatkan," ujar dia.
Albanese juga membahas peran kepemimpinan Australia di wilayah Pasifik beserta dedikasi pemerintahnya terhadap aksi iklim.
Australia sedang mengatasi perubahan iklim dan secara bersamaan memanfaatkan peluang ekonomi yang dihadirkan oleh energi terbarukan, tegas dia.
Menyerukan untuk saling percaya "pada kemanusiaan satu sama lain," dia menambahkan: "Lebih dari sebelumnya, kita harus memilih untuk berhasil bersama daripada mengambil risiko gagal sendirian.”