12 Agustus 2017•Update: 12 Agustus 2017
Hani al-Shaer dan Nour Abu Aisha
GAZA CITY, Palestina
Delegasi berbagai faksi Palestina berangkat ke Kairo dari Jalur Gaza, Jum’at, guna membahas krisis kemanusiaan akibat blokade dengan pejabat Mesir, menurut sumber dekat delegasi.
"Delegasi terdiri dari 18 individu yang mewakili berbagai faksi yang berbeda di Palestina, termasuk Hamas," ujar sumber itu.
Hamas memerintah Jalur Gaza sejak merebut wilayah tersebut dari Fatah pada tahun 2007 melalui pemilu yang sah.
Selama kunjungan seminggu itu, anggota delegasi berharap bertemu pejabat Mesir untuk membahas "proposal untuk meringankan beban rakyat Gaza, menciptakan kesempatan kerja [di Gaza], dan mendanai proyek di sektor energi dan kesehatan, " jelas sumber tersebut yang tak mau disebut namanya.
Menurut laporan media Palestina, anggota delegasi juga dijadwalkan bertemu Samir al-Mashharawi, yang dekat dengan politisi kontroversial Palestina Mohammed Dahlan.
Dahlan adalah mantan pemimpin Fatah dan saingan politik utama Abbas. Ia kini tinggal di Uni Emirat Arab.
Pada Juni, sebuah delegasi Hamas mengunjungi Kairo dan bertemu sejumlah pejabat intelijen Mesir.
Sejak 2007, Jalur Gaza diperintah oleh Hamas. Hal ini membuat Israel berang dan memberlakukan blokade bersama Mesir. Akibatnya, warga Gaza kehilangan komoditas dasar, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.
Kini, sekitar 80 persen dari populasi di wilayah kantong pantai tersebut dilaporkan bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup.