Rania R.a. Abushamala
15 April 2026•Update: 15 April 2026
Sebuah kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah Iran dilaporkan berhasil memasuki perairan Iran setelah melintasi Selat Hormuz, meski terdapat ancaman blokade dari Amerika Serikat, menurut laporan media Iran pada Rabu pagi.
Kantor berita Fars melaporkan supertanker tersebut memiliki kapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah dan berlayar melalui perairan internasional serta Selat Hormuz dengan sistem pelacakan tetap aktif tanpa upaya penyamaran.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari otoritas Amerika Serikat terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Selasa menyatakan bahwa pasukan AS telah “sepenuhnya menghentikan” aktivitas perdagangan maritim ke dan dari Iran.
Pernyataan itu disampaikan setelah CENTCOM pada Senin memulai blokade terhadap seluruh lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Komando yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah tersebut menyebut blokade diberlakukan “secara tidak memihak terhadap kapal dari semua negara” yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran di Teluk dan Teluk Oman.
Langkah blokade itu dilakukan setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan pada akhir pekan lalu, yang bertujuan mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, namun negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan.