Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Seorang penasihat utama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa mengkritik Dewan Keamanan karena tidak bertindak menanggapi situasi di Idlib, Suriah, dan mempertanyakan apa yang akan dilakukan untuk mencegah bencana lain terjadi negara itu.
"Tidak ada pertanyaan hari ini tentang apakah Anda, anggota dewan, mengetahui situasi kemanusiaan tragis di Suriah. Anda jelas-jelas begitu," kata Ursula Mueller, pejabat urusan kemanusiaan Guterres, di hadapan Dewan Keamanan.
"Pertanyaan hari ini adalah apa yang akan Anda lakukan untuk melindungi warga sipil di Idlib, contoh terbaru dari bencana kemanusiaan yang sepenuhnya diketahui, dapat diprediksi dan dapat dicegah, yang terbentang di depan mata kita," tambah Mueller.
Saat ini, sekitar 1,5 juta orang tinggal di Idlib. Setengahnya adalah pengungsi dari daerah lain di Suriah.
Pada September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, Rezim Assad dan sekutunya tetap mengabaikan perjanjian dan terus-menerus menyerang zona de-eskalasi Idlib.
*Betul Yuruk berkontribusi pada berita ini dari PBB