Maria Elisa Hospita
09 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Elena Teslova
SOCHI, Rusia
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Rabu menuding Amerika Serikat (AS) merencanakan pemecah-belahan Suriah.
"Ada rencana pemisahan Suriah secara de facto. Kami tahu akan hal itu, dan akan menanyakan pada AS bagaimana bisa mereka melakukan hal ini," ujar Lavrov saat berpidato dalam 'Leaders of Rusia'.
Dia juga mengatakan bahwa AS telah mengabaikan tujuan mula mereka, bahwa keberadaan mereka di Suriah adalah untuk memberangus teroris.
Suriah telah terkepung dalam sebuah perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang aksi protes kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Menurut PBB, sejak saat itu, lebih dari seperempat juta orang tewas dan lebih dari 10 juta mengungsi.
Sementara itu, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, menyebutkan jumlah korban dari konflik tersebut mencapai lebih dari 470.000 jiwa.