Emre Gürkan Abay
09 Desember 2017•Update: 10 Desember 2017
Emre Gürkan Abay
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengritik Amerika Serikat terkait keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Donald Trump.
Lavrov mengungkapkan kritiknya dalam pertemuan Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE).
Dia menyebut keputusan tentang Yerusalem Trump merupakan langkah yang mengejutkan semua pihak yang ikut dalam proses perdamaian Israel-Palestina.
“Amerika Serikat telah bertentangan dengan semua kesepakatan yang ada, dan keputusan ini telah membelah masyarakat internasional menjadi dua bagian yang tidak seimbang.” ujar Lavrov.
Lavrov berharap bahwa pemerintah AS akan memberi penjelasan mengenai keputusan yang telah diambil itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel melalui keputusan Trump pada Rabu lalu.
Pemerintahan Trump menuai reaksi keras dari masyarakat internasional karena mengabaikan peringatan-peringatan.
Tidak hanya meneriakkan pengakuannya, Trump juga telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri AS untuk bersiap memindahkan kedutaan besar mereka di Tel Aviv ke Yerusalem.