Safiye Karabacak
11 Oktober 2017•Update: 12 Oktober 2017
Safiye Karabacak
RAMALLAH
Israel melarang pembacaan azan dengan pengeras suara di sebuah desa di selatan Tepi Barat dengan alasan mengganggu warga Yahudi.
Komite Perlawanan Rakyat di selatan wilayah Al-Halil Ratib el Cebur kepada koresponden Anadolu Agency mengatakan, Pasukan Israel dengan tiba-tiba menyerbu desa At-Tuvani di wilayah Musafir Yatta dan mengumumkan larangan pembacaan Azan secara lisan melalui pengeras suara di Masjid.
Cebur menyebut militer Israel mengancam akan melakukan penyerbuan kedua jika larangan tersebut dilanggar.
Desa At-Tuvani menjadi korban provokasi militer israel dan pemukim karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman Yahudi, Ma’on. Wilayah Musafir Yatta itu terletak di Zona-C.
Dalam Perjanjian Oslo Kedua yang ditandatangani oleh Pemerintah Israel dan Palestina, Tepi Barat dibagi menjadi zona A, B, dan C.
Pengelolaan administrasi dan keamanan Zona A yang mencakup 18 persen diserahkan untuk Palestina. Pengelolaan administrasi Zona B yang mencakup 21 persen untuk Palestina, sementara pengelolaan keamanaannya untuk Israel. Sedangkan pengelolaan administrasi dan keamanan Zona C yang mencakup 61 persen diserahkan untuk Israel.
Saat ini hampir tidak mungkin bagi warga Palestina untuk membangun sebuah bangunan di Zona C. Ada lebih dari 200 pemukim Yahudi di Yerusalem Timur. Dunia menganggap pemukiman Yahudi di wilayah-wilayah yang dikuasai Israel ini melanggar hukum.