Michael Hernandez
02 November 2017•Update: 03 November 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Tersangka yang dituduh menabrak sejumlah pesepeda dan pejalan kaki di New York diradikalisasi di Amerika Serikat (AS), kata Gubernur New York Andrew Cuomo pada Rabu.
Lima sahabat dari Argentina yang berlibur di New York merupakan lima dari delapan korban tewas pada Selasa, ketika tersangka berusia 29 tahun ini menabrakkan mobil truk ke pinggir jalan. Selusin orang lainnya terluka.
Tragedi ini menjadi serangan fatal pertama di New York sejak serangan teror 11 September 2001 yang menargetkan World Trade Center.
Cuomo mengatakan pelaku serangan truk itu gagal meneror warga New York.
"Dia adalah pengecut gila yang gagal," kata Cuomo kepada CNN. "Mereka gagal kemarin dan akan terus gagal."
Pihak berwenang mengidentifikasi tersangka sebagai Sayfullo Saipov, imigran dari Uzbekistan yang masuk ke AS pada 2010.
Presiden Donald Trump menyalahkan sistem imigrasi AS dan seorang senator atas kejadian itu.
"Teroris itu masuk ke negara kita melalui 'Program Visa Undian' atas ilham Chuck Schumer," cuit Trump di Twitter, menyebut nama senator Demokrat yang senior itu. "Kita berjuang untuk sistem imigrasi berdasarkan keahlian saja, tidak lagi melalui sistem undian Demokrat. Kita harus LEBIH kuat (dan pintar)."
Cuomo mengecam cuitan Trump itu, mengatakan kepada pers dia tidak ingin "siapapun membuat tragedi itu menjadi isu politik".
"Saya bahkan tidak yakin Tweetnya itu benar. Itu merupakan hukum yang didukung kedua partai," kata Cuomo.
Departemen Pertahanan Nasional AS memastikan kepada Anadolu Agency tersangka masuk ke AS lewat Program Visa Imigran untuk Keragaman yang membagi-bagikan hingga 50.000 visa per tahun melalui undian.
Program itu disetujui Presiden George H.W. Bush dari Partai Republik pada 1990.
Trump sendiri mengatakan akan memulai proses untuk menutup program itu dan mengatakan Saipov adalah "binatang".
"Saya akan minta Kongres segera menghapus program ini," kata dia. "Memang terdengar bagus, tapi tidak bagus sama sekali."
Dia juga mengatakan ingin mengirim Saipov ke Kamp Tahanan Teluk Guantanamo yang kontroversial itu dan bahwa keluarga Saipov "bisa menjadi ancaman".
Pihak berwenang belum mengatakan bila ada ancaman dari keluarga Saipov dan istri tersangka dilaporkan bekerja sama dengan penyelidik.
Saipov diperkirakan memiliki dua anak. Dia tinggal di Paterson, New Jersey, yang memiliki populasi warga Muslim yang cukup signifikan.
Di lokasi kejadian ditemukan beberapa catatan yang ditulis dengan bahasa Arab yang mengindikasi Saipov melakukan serangan itu untuk Daesh. Wakil komisioner kepolisian New York John Miller mengatakan "intinya catatan itu mengatakan Islamic State [Daesh] akan terus bertahan".
Miller mengatakan Saipov mengikuti arahan Daesh kepada para pendukungnya dan melakukan serangan itu "hampir persis seperti arahan".
Selain dua senjata imitasi, pihak berwenang juga menemukan sejumlah pisau dalam truk yang disewa Saipov.