Chandni
01 November 2017•Update: 02 November 2017
Michael Hernandez and Kubra Chohan
WASHINGTON
Delapan korban dilaporkan tewas pada Selasa setelah seorang teroris menabrak pejalan kaki dan jalur sepeda di West Side Highway, New York City.
Enam korban tewas seketika di lokasi kejadian, dua korban lainnya meninggal dunia di rumah sakit, kata Komisioner Departemen Pemadam Api Daniel Nigro kepada pers.
Belasan orang lainnya terluka.
"Ini adalah tragedi yang mengerikan," kata Komisioner Polisi James O'Neil.
Media melaporkan, pihak berwenang mengidentifikasi pelaku sebagai Sayfullo Saipov, 29 tahun, warga Uzbekistan yang masuk ke AS pada 2010.
Polisi mengatakan pelaku meninggalkan kendaraannya setelah menabrak sejumlah korban dan sebuah bus sekolah. Oleh polisi, pelaku ditembak di perutnya setelah tampak akan mengeluarkan "senjata palsu".
Beberapa saksi mata mengatakan mereka mendengar Saipov berteriak "Allahuakbar" sebelum keluar dari mobil.
"Ini adalah sebuah aksi teror yang dilakukan seorang pengecut," kata Walikota New York Bill de Blasio. "Warga New York tidak tunduk pada aksi-aksi seperti ini."
Presiden AS Donald Trump menuliskan responsnya di Twitter, bercuit "Ini tampak seperti sebuah serangan oleh orang gila. Penegak hukum sudah mulai menyelidikinya. TIDAK AKAN TERJADI DI AS!"
Dia kemudian mengecam Daesh atas serangan itu dalam cuitan berikutnya. "Kita tidak boleh membiarkan ISIS kembali, dan masuk ke negara ini setelah kita menumpas mereka di Timur Tengah dan tempat lain. Cukup!," tulis Trump menggunakan nama ISIS untuk Daesh.
Saipov dilaporkan meninggalkan sebuah catatan yang ditulis dengan bahasa Arab di dalam mobil truk yang dipakainya untuk menabrak. Catatan itu diduga berisi tulisan tangannya yang menyatakan kesetiaan pada Daesh.
Polisi mengimbau penduduk setempat agar tidak mendekati lokasi kejadian dekat Freedom Tower.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS merilis pernyataan, yang mengatakan mereka "memonitor situasi dengan ketat dan bekerja dengan pihak berwenang untuk merespons dan menyelidiki tragedi ini."
Di lain pihak, Gubernur Andrew Cuomo mengajak warga New York untuk beraktivitas seperti biasa. "Jangan biarkan mereka menganggu atau mengubah kita dalam hal apapun," kata Cuomo dalam konferensi pers.
Juru bicara walikota juga mengatakan pawai Halloween di New York akan tetap dilakukan pada Selasa malam sesuai jadwal, namun dijaga lebih banyak polisi.
Sebuah video yang beredar di media sosial diduga menunjukkan tempat kejadian tabrakan, menampilkan setidaknya tiga korban terkapar.
Menteri Luar Negeri Argentina mengatakan, sejumlah warganya menjadi korban dalam insiden tersebut, namun tidak mengatakan berapa.
"Argentina sekali lagi mengecam semua serangan teror dan kekerasan dan menekankan pentingnya melawan hal ini," kata mereka.
Perdana Menteri Inggris Theresa May juga mengatakan dia "tercengang oleh serangan pengecut ini" dalam cuitan Twitter.
"Bersama-sama kita akan menumpas terorisme. Inggris mendukung #NYC," tulisnya.
Serangan ini menjadi kejadian teror terbaru di New York setelah 11 September, 2001.