Anees Barghouthy
19 Januari 2018•Update: 19 Januari 2018
Anees Barghouthy
YERUSALEM, Palestina
Israel mengumumkan pada Kamis telah mencapai persetujuan dengan Yordania soal kasus penembakan yang terjadi pada Juli lalu di kantor kedutaan besar Israel di Amman yang menewaskan dua warga Yordania.
“Israel dan Yordania telah mencapai persetujuan tentang insiden penembakan di kedutaan besar Israel di Amman, di mana seorang petugas keamanan Israel membunuh dua warga Yordania,” tulis pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel.
“Kedutaan Besar Israel di Yordania akan kembali beroperasi secepatnya,” tambah pernyataan itu.
Pada Juli 2017, seorang penjaga keamanan Israel menembak mati dua orang pekerja Yordania di gedung perumahan untuk staf kedutaan besar Israel setelah dirinya ditusuk dengan obeng oleh salah satu korban.
Menurut pernyataan sama, kedua negara juga telah mencapai kesepakatan terkait peristiwa penembakan lain yang terjadi pada Maret 2014, ketika seorang hakim Yordania tertembak dan tewas di tangan seorang tentara Israel di Jembatan Allenby di perbatasan Israel-Yordania.
“Pihak berwenang Israel akan terus menyelidiki berkas kasus insiden Juli 2017 dan akan memberikan keputusan beberapa minggu ke depan,” lanjut pernyataan itu.
Juru Bicara Pemerintahan Yordania Mohammad al-Momani, dikutip dari kantor berita Yordania Petra berkata, Menteri Luar Negeri Yordania pada Kamis menerima memo resmi dari Kementerian Luar Negeri Israel yang menyatakan penyesalan dan permintaan maaf kepada Yordania atas terjadinya penembakan di kedutaan besarnya.
“Memo itu menyatakan komitmen pemerintahan Israel untuk melanjutkan koordinasi dengan pemerintahan Yordania dan menyelesaikan kasus ini,” ujar Momani.