08 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Sorwar Alam dan Sadik Kedir Abdu
ANKARA
Kedutaan Sri Lanka di Ankara, Turki merayakan Hari Kemerdekaan Sri Lanka ke-70 pada Selasa.
Deputi Menteri Pendidikan Turki Orhan Erdem dan duta besar dari beberapa negara turut menghadiri acara tersebut.
Duta Besar Sri Lanka P.M. Amza pada acara tersebut mengatakan bahwa Sri Lanka sekarang berada di era baru di mana negara tersebut memprioritaskan tata pemerintahan, rekonsiliasi, demokrasi dan pembangunan yang baik.
Mengenai hubungan antara Sri Lanka dan Turki "yang mengakar", Amza mengatakan bahwa otoritas Ottoman telah membangun hubungan diplomatik dengan negara tersebut serta juga menunjuk sebuah konsulat kehormatan pada tahun 1864.
"Turki dan Sri Lanka, secara historis dan sekarang, menikmati hubungan baik. Meskipun kedua negara secara geografis jauh, tidak mencegah kerja sama di banyak bidang," kata dia menambahkan bahwa Turki telah berdiri bersama Sri Lanka dalam masa-masa sulit.
“Kedua negara telah bekerja sama dalam solidaritas ... di forum internasional. Sri Lanka dan Turki melihat ke depan dan bertekad untuk meningkatkan hubungan yang ada ke tingkat yang lebih tinggi di berbagai sektor, terutama di sektor perdagangan, investasi dan pariwisata,” tambah dia.
Kedutaan Besar Sri lanka menyelenggarakan perayaan Hari Kemerdekaan ke-70 di lima kota besar di Turki yakni Ankara, Istanbul, Trabzon, Bursa, dan Erzurum, kata dia.
Deputi Menteri Pendidikan Turki Erdem juga ikut memperingati kemerdekaan Sri Lanka dan membahas tentang hubungan bilateral antara kedua negara.
Erdem mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Sri Lanka atas dukungannya kepada Turki setelah kudeta yang digagalkan pada Juli 2016 lalu.
Dia mengatakan, hubungan diplomatik antara Turki dan Sri Lanka telah berlangsung selama 69 tahun tanpa masalah.
Menyoroti hubungan perdagangan antara kedua negara, dia mengatakan bahwa dewan bisnis antara Turki dan Sri Lanka telah didirikan pada tahun 2014.
"Dan tahun ini kami berharap bisa menyelenggarakan pertemuan dewan bisnis tahunan," tambah dia.
Volume perdagangan bilateral antara Turki dan Sri Lanka, yang saat ini sekitar USD 150 juta, akan meningkat menjadi USD 500 juta pada tahun 2020, kata Erdem.
Setelah hampir 150 tahun berada di bawah pemerintahan Inggris, Sri Lanka menjadi negara merdeka Pada tahun 1948.