Selen Temizer
15 Desember 2017•Update: 16 Desember 2017
Selen Temizer
ANKARA
Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) melaporkan ribuan warga sipil tewas akibat serangan-serangan yang dilakukan untuk membebaskan Raqqa dari Daesh.
Dalam laporan SNHR mengenai Raqqa, sejumlah 2.371 warga sipil termasuk 562 anak-anak tercatat tewas dan sekitar 450 ribu orang lainnya terpaksa mengungsi akibat operasi pembebasan Raqqa yang merupakan benteng organisasi teror Daesh di utara Suriah.
Laporan tersebut menyatakan bahwa pelaku dari dua pertiga kematian tersebut adalah Amerika Serikat (AS) dan organisasi teroris PYD/PKK yang juga menggunakan nama SDF dan didukung oleh AS, sementara pelaku dari sepertiga kematian tersebut adalah pasukan rezim Bashar al-Assad yang didukung Rusia.
PYD/PKK adalah organisasi teroris PKK cabang Suriah yang sudah lebih dari 30 tahun melancarkan kampanye teror melawan Turki.
Laporan yang membagi operasi Raqqa dalam dua tahap tersebut mencatat, sejumlah 2.323 warga sipil terbunuh dalam serangan yang dilancarkan selama November 2016 hingga 19 Oktober 2017. Sejumlah 543 di antaranya adalah anak-anak dan 346 lainnya wanita.
Laporan juga menunjukkan bahwa PYD/PKK melakukan setidaknya 99 pembantaian (serangan yang membunuh setidaknya lima orang dalam satu waktu)
Selain itu, laporan SNHR menunjukkan bahwa koalisi internasional yang dipimpin AS melakukan setidaknya 87 pembantaian yang membunuh 1.321 warga sipil termasuk 383 anak-anak dan 247 wanita selama periode tersebut.
PYD/PKK dengan topeng SDF tercatat melakukan setidaknya empat pembantaian yang membunuh 309 warga sipil termasuk 51 anak-anak dan 50 wanita.
Sementara Daesh dilaporkan bertanggung jawab atas setidaknya delapan pembantaian yang membunuh 693 warga sipil termasuk 109 anak-anak dan 49 wanita
Pasukan rezim yang didukung Rusia dilaporkan meningkatkan serangan dan menewaskan 48 warga sipil termasuk 19 anak-anak dan 8 wanita sejak pertengahan Juli hingga awal Oktober
Sementara itu, SNHR juga melaporkan setidaknya 100 pusat kehidupan (rumah sakit, pusat pertahanan sipil) menjadi target dalam berbagai serangan di Raqqa. Koalisi internasional dilaporkan menyerang 81 di antaranya, PYD/PKK menyerang tujuh dan Daesh menyerang 12 lainnya.