Rıskı Ramadhan
24 November 2017•Update: 25 November 2017
MOSKOW
Presiden Sudan Omar al-Bashir menuduh Amerika Serikat (AS) ikut campur terhadap urusan negara lain.
Sebab itu, Suriah mengalami bencana dan Sudan terbelah menjadi dua negara.
“Kita butuh perlindungan dari tindakan agresif AS,” kata dia.
Bashir menilai permasalahan di kawasan saat ini turut disebabkan oleh campur tangan AS.
Bashir mengungkapkan pernyataan tersebut saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, Kamis.
Bashir mengaku senang bisa memiliki pemikiran sama dengan Rusia dalam banyak hal dan berharap bisa bekerja sama dalam beberapa bidang.
Washington pertama kali memberlakukan sanksi di Sudan pada tahun 1997 karena diduga terkait terorisme.
Sanksi lebih lanjut diberlakukan pada tahun 2006 atas tindakan pasukan Sudan di wilayah Darfur.
Namun bulan lalu, pemerintah AS mencabut sebagian besar sanksi. AS menilai Khartoum mulai menepis kekhawatiran tentang terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.
Al-Bashir juga berterima kasih kepada Putin atas upaya melindungi Sudan.
Putin mengatakan kunjungan pertama al-Bashir ke Rusia akan menguatkan hubungan bilateral kedua negara.