Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2019•Update: 31 Agustus 2019
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Dewan Keamanan PBB pada Kamis memperbarui mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk satu tahun lagi.
"Anggota dewan dengan suara bulat mengadopsi resolusi untuk memperpanjang mandat UNIFIL sampai 31 Agustus 2020 dan menegaskan kembali seruan kepada Israel dan Lebanon untuk mendukung gencatan senjata permanen dan solusi jangka panjang," kata PBB dalam sebuah pernyataan.
Menekankan peran positif UNIFIL, Dewan Keamanan meminta pemerintah Lebanon untuk memfasilitasi akses misi di negara itu.
Dewan juga mengecam semua pelanggaran udara dan darat di Garis Biru dan mendesak semua pihak untuk menghentikan permusuhan guna mencegah pelanggaran terhadap Garis Biru, menghormatinya secara keseluruhan dan bekerja sama sepenuhnya dengan PBB dan UNIFIL.
Garis Biru adalah demarkasi perbatasan antara Israel dan Lebanon sepanjang 120 kilometer yang didirikan PBB pada 2000.
"Dewan juga mendesak pemerintah Israel untuk mempercepat penarikan pasukannya dari [desa] Ghajar utara tanpa penundaan lebih lanjut dalam koordinasi dengan UNIFIL," tambah pernyataan itu.
UNIFIL adalah pasukan penjaga perdamaian multinasional yang telah dikerahkan di Lebanon selatan sejak 1978.
Tujuan utama misi itu adalah untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut dan memantau perjanjian penghentian permusuhan.
Setelah konflik antara Israel dan Hizbullah, UNIFIL ditugaskan untuk memastikan implementasi Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai dan penarikan mundur Israel dari selatan Lebanon.