Nani Afrida
30 Agustus 2019•Update: 02 September 2019
Islamuddin Sajid
CHAKOTHI KASHMIR, Pakistan
Sekelompok wartawan dari media asing yang berbasis di Pakistan pada Kamis mengunjungi Line of Control (LOC), daerah perbatasan de facto yang membagi wilayah yang disengketakan Kashmir.
Militer Pakistan, yang mengatur perjalanan itu, mengizinkan para jurnalis untuk berbicara dengan penduduk setempat di sektor Chakothi, sebuah desa perbatasan di Kashmir yang dikelola Pakistan.
Dalam sebuah jumpa pers, seorang pejabat militer mengatakan India telah meningkatkan pelanggaran gencatan senjata dari LOC dan menargetkan penduduk sipil di dekat perbatasan dengan tembakan artileri, setelah New Delhi pada 5 Agustus lalu menghapuskan status khusus Jammu dan Kashmir.
"Dua puluh tujuh warga sipil menjadi martir dan puluhan lainnya terluka oleh pasukan India yang menembaki daerah kami pada 2019," katanya.
Dia menambahkan bahwa Pakistan tidak pernah menargetkan warga sipil di sisi perbatasan India karena mereka adalah "saudara dan saudari kita".
Para pejabat Angkatan Darat Pakistan mengatakan para pengamat PBB juga mengunjungi daerah-daerah dekat LOC dan bertemu dengan penduduk setempat.
Abdul Rashid, seorang penduduk, mengatakan kepada Anadolu Agency: "Saya kehilangan sepupu saya yang bekerja di lapangan karena penembakan tanpa pandang bulu oleh pasukan India."
"Meskipun ada ketegangan saat ini, kami masih bertahan dan tidak akan pernah meninggalkan desa kami," tambahnya.
Sementara pasar dan sekolah-sekolah di wilayah itu tetap terbuka, namun ada rasa takut di hati warga setempat karena aksi tembak menjadi aktivitas keseharian.
Dari tahun 1954 hingga 5 Agustus 2019, Jammu dan Kashmir memiliki ketentuan khusus di mana ia memberlakukan hukumnya sendiri.
Ketentuan-ketentuan itu juga melindungi undang-undang kewarganegaraan wilayah tersebut, yang melarang orang luar menetap dan memiliki tanah di wilayah tersebut.
India dan Pakistan sama-sama memiliki Kashmir di sebagian dan mengklaimnya secara penuh.
China juga mengendalikan sebagian wilayah yang diperebutkan, tetapi India dan Pakistan telah berperang dua kali terkait Kashmir.