Dua orang, termasuk seorang paramedis, tewas dan beberapa lainnya terluka pada Selasa setelah serangan udara Israel menghantam sebuah pusat layanan medis darurat di Lebanon selatan, dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang masih berlangsung, menurut laporan media Lebanon.
Jet tempur Israel menyerang pusat milik Asosiasi Pramuka Islam Risala di kota Srifa, menyebabkan jatuhnya korban jiwa, lapor kantor berita resmi Lebanon, NNA.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 116 tenaga medis dan pekerja kesehatan tewas serta ratusan lainnya terluka akibat serangan Israel di Lebanon sejak awal Maret.
Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan bergerak memasuki desa Zawtar al-Sharqiya di utara Sungai Litani, Lebanon selatan, di tengah laporan bentrokan dengan kelompok Hezbollah.
Seorang sumber lokal mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan Israel memasuki Zawtar al-Sharqiya di distrik Nabatieh setelah serangan udara intensif dan penembakan artileri selama beberapa jam terakhir.
Sebagai respons, Hezbollah mengeluarkan serangkaian pernyataan yang mengklaim para pejuangnya menyerang konsentrasi kendaraan militer dan tentara Israel di dalam dan sekitar desa menggunakan roket, peluru artileri, dan drone peledak.
Media Lebanon juga melaporkan aktivitas udara Israel yang intens di sejumlah wilayah selatan, termasuk Ghazieh, Qanaarit, dan Haret Saida, disertai serangan udara dan penembakan artileri terhadap beberapa desa lainnya. Penembakan menggunakan fosfor putih juga dilaporkan terjadi di pinggiran Shebaa.
Serangan tersebut terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Hezbollah menyusul serangan drone kelompok itu terhadap pasukan Israel.
Sejak 2 Maret, Israel melancarkan ofensif besar-besaran di Lebanon yang telah menewaskan hampir 3.200 orang, melukai lebih dari 9.600 lainnya, dan memaksa lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, menurut data resmi.
Militer Israel terus melancarkan serangan harian meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang hingga awal Juli.