Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 September 2019•Update: 20 September 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Kamis mengatakan telah memberi tahu misi PBB Kuba bahwa dua stafnya harus meninggalkan negara itu karena diduga melakukan "operasi pengaruh melawan Amerika Serikat".
Washington juga akan mengambil tindakan lebih lanjut untuk membatasi pergerakan staf misi.
Departemen Luar Negeri tidak merinci operasi apa yang dilakukan kedua diplomat, tetapi bahasa yang digunakan mirip dengan saat mereka menggambarkan upaya Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2016.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus mengatakan bahwa langkah itu diambil karena dua diplomat tersebut menyalahgunakan hak istimewa mereka untuk tinggal.
Dia juga mengatakan bahwa AS membatasi perjalanan semua personel misi ke markas PBB di pulau Manhattan.
"Kami mengambil setiap dan semua upaya terhadap keamanan nasional Amerika Serikat dengan serius dan akan terus menyelidiki setiap personil tambahan yang mungkin memanipulasi hak tinggal istimewa mereka," tambah Ortagus.
Pengumuman itu muncul di tengah sidang Majelis Umum PBB di New York, di mana Debat Umum akan dimulai pada Selasa.
Hubungan antara AS dan Kuba memburuk di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump setelah pendahulunya, Barack Obama, memprakarsai pembukaan hubungan diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump menarik hampir semua diplomat AS dari negara kepulauan itu pada 2017, setelah mereka mengalami penyakit yang diduga berasal dari serangan sonik.