12 Agustus 2017•Update: 13 Agustus 2017
Burcu Calik
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kekhawatirannya dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara saat ini. Dia berharap, situasi panas kedua negara tidak memicu bentrokan nuklir.
“Kami berharap aksi saling gertak antara Amerika dan Korea Utara tidak berubah menjadi bentrokan antara kedua negara. Ketegangan yang ada saat ini bisa saja tak hanya melibatkan dua negara tersebut,” ujar Erdogan di Istanbul.
Kepada wartawan setempat, dia menyebut, situasi AS-Korut sangat dapat memicu ancaman lain. “Saya sangat berharap permasalahan mereka dapat diselesaikan secara politik,” imbuhnya.
Ketegangan antara Washington dan Pyongyang kian meningkat baru-baru ini. Pada awal pekan, Presiden Donald Trump melontarkan ancamannya dengan berapi-api kepada Korut. Trump menyampaikan bahwa rezim otoriter Pyongyang saat ini tengah mengancam negaranya.
Sejak itu, Korut dan AS saling memperingatkan bakal menyerang satu sama lain. Kantor Berita KCNA, sempat mengutip pernyataan pemerintah Korut yang mengatakan strategi dan sanksi militer AS dapat berisiko membuat Negeri Paman Sam mengalami kekalahan memalukan dan juga malapetaka besar.
Di saat, Seoul terus mendesak agar pintu dialog antara Korut dan Korera Selatan tetap terbuka, Trump tetap mengingatkan agar Pyongyang berpikir dua kali sebelum berpikir untuk melakukan serangan kepada AS dan negara sekutunya, termasuk Korsel.