12 Agustus 2017•Update: 12 Agustus 2017
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman, Angela Merkel, mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk berbuat lebih banyak menangani masalah pengungsi. Dalam sebuah konferensi pers di Berlin, Merkel mendukung permintaan PBB yang ingin meningkatkan jumlah pengungsi di Uni Eropa.
Dia menyebut, target 20 ribu pengungsi yang diharapkan diterima UE dapat ditambah menjadi 40 ribu orang. “Saya kira angka 40 ribu tidak akan melampaui batas benua yang ditempati oleh 500 juta orang ini,” kata Merkel.
Merkel menambahkan, program pemukiman kembali menjadi bagian penting yang harus dilakukan untuk memerangi kasus penyelundupan manusia, sekaligus menjadi salah satu cara untuk mengelola arus imigrasi yang selama ini tidak teratur.
Pernyataan itu, kata Merkel, telah disampaikannya saat konferensi bersama digelar antara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi, dan Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), William Lacy Swing.
Pada Juli 2015, negara-negara anggota UE sepakat untuk memukimkan sekitar 20 ribu pengungsi yang berasal dari negara-negara konflik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban beberapa negara yang selama ini menjadi tempat transit ratusan ribu pengungsi.
Meski begitu, dalam dua tahun terakhir, hanya 17 ribu pengungsi yang diterima oleh negara anggota UE. Kebanyakan pengungsi adalah warga Suriah yang melarikan diri dan mencari perlindungan di negara-negara tetangga seperti Libanon, Yordania dan Turki.
Di tempat lain, dua negara anggota UE yakni Hungaria dan Polandia tetap menyatakan keberatannya atas rencana pemukiman kembali para pengungsi.