Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Maret 2019•Update: 19 Maret 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Amerika Serikat (AS) meminta bantuan China untuk melanjutkan pembicaraan dengan Korea Utara yang bertujuan untuk melucuti nuklir semenanjung Korea, mengklaim bahwa Pyongyang tidak mau mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali ke meja perundingan.
Muncul dalam wawancara radio, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton meminta China, sekutu utama dan mitra dagang Korea Utara, untuk membantu mengembalikan pembicaraan ke jalur yang benar.
"Gagasan bahwa ada peran bagi China dalam negosiasi adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan jika kami bisa melihat gerakan di pihak Korea Utara," kata Bolton.
Dia mengklaim bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak mau mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.
"Korea Utara sayangnya tidak mau melakukan apa yang perlu mereka lakukan. Baru tadi malam, mereka mengeluarkan pernyataan tidak membantu bahwa mereka berpikir untuk kembali ke pengujian rudal balistik nuklir,” Kata Bolton kepada pembawa acara radio John Catsimatidis di New York.
Bolton merujuk pada pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son yang Jumat lalu mengatakan Kim mungkin akan mempertimbangkan kembali pembicaraan denuklirisasi dengan AS.
"Kami tidak berniat untuk memenuhi tuntutan AS dalam bentuk apa pun, kami juga tidak mau terlibat dalam negosiasi semacam ini," kata Choe Son kepada diplomat dan wartawan asing di Pyongyang.
Bolton menjawab bahwa Presiden Trump ingin ancaman ini diselesaikan melalui negosiasi agar Korea Utara bebas dari senjata nuklir.
AS dan Korea Utara gagal mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi bahkan setelah para pemimpin bertemu sebanyak dua kali sejak Juni 2018.
Bulan lalu, Trump dan Kim secara tidak terduga menghentikan lebih awal pertemuan mereka di Hanoi, Vietnam.
Setelah keluar dari KTT Hanoi, Trump mengatakan bahwa dia tidak bisa menyetujui permintaan Korea Utara untuk mencabut sanksi.
Namun, bertentangan dengan Trump, Pyongyang mengatakan pihaknya hanya menuntut pencabutan sebagian sanksi.