02 September 2017•Update: 04 September 2017
Alex Jensen
SEOUL
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah sepakat untuk mengizinkan Korea Selatan mempersenjatai dirinya sendiri dengan rudal balistik yang lebih kuat, kata kantor kepresidenan Seoul, Sabtu.
Trump berbicara dengan Presiden Korsel Moon Jae-in lewat telepon, Jumat, tiga hari setelah provokasi terbaru Pyongyang – di mana proyektil Korea Utara terbang sejauh 2.700 kilometer di atas Jepang.
“Kedua pimpinan negara menekankan perlunya memperkuat kemampuan pertahanan Korsel untuk melawan provokasi dan ancaman dari Korut, dan mencapai kesepakatan prinsip untuk merevisi ‘pedoman rudal’ sejauh yang diharapkan oleh pihak Korsel,” kata juru bicara kantor kepresidenan Seoul Park Soo-hyun dalam siaran pers yang dilansir oleh Kantor Berita Yonhap.
Rudal balistik Korsel saat ini terbatas pada kisaran 800 kilometer dan muatan 500 kilogram, yang didasarkan pada sebuah perjanjian dengan militer AS pada 2012.
Moon telah memperbanyak upaya untuk memperluas jangkauan rudal Korsel dan melipatgandakan muatan yang diizinkan di tengah pengembangan senjata pemusnah massal oleh Korut.
Pernyataan dari Gedung Putih juga mengatakan bahwa Trump telah memberi “persetujuan konseptual” untuk menjual perlengkapan militer senilai miliaran dolar ke Korsel.
Juru bicara presiden Korsel menegaskan kembali pentingnya dialog dengan Pyongyang, meskipun pada Rabu, Trump telah mengatakan bahwa “berdialog bukanlah jawabannya!"
Sekretaris pers Gedung putih Sarah Huckabee kemudian menyatakan kebijakan presiden AS bahwa “semua pilihan tersedia”.