15 Agustus 2017•Update: 15 Agustus 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA, Filipina
Filipina sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) untuk menggelar dialog.
“Kami mendesak semua pihak untuk mengupayakan segala cara demi mewujudkan dialog. Kedua pihak sama-sama membicarakan soal keamanan nasional, namun keamanan nasional tidak akan ada jika ada perang nuklir, dan bahkan perang dengan senjata konvensional sekalipun,” kata Ketua ASEAN Alan Peter Cayetano kepada pers dalam perayaan Hari Hukum Kemanusiaan Internasional, seperti dikutip oleh Kantor Berita Filipina.
Cayetano mengatakan bahwa blok regional telah memilih pendekatan diplomatik sebagai cara penyelesaian yang damai.
Di sela-sela pertemuan ASEAN pekan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho bahwa ASEAN akan menjadi mitra dialog yang baik bagi Pyongyang.
Meskipun Pyongyang telah mengklarifikasi bahwa program nuklirnya ditujukan untuk Amerika Serikat, namun sebagai ketua ASEAN, Cayetano mengatakan bahwa Filipina dan ASEAN siap untuk berperan serta karena masalah ini juga akan berdampak pada negaranya.
“Terlalu banyak warga sipil yang akan terkena dampaknya, dan dampaknya juga akan berkepanjangan, terutama terhadap hubungan ekonomi negara-negara di wilayah ASEAN dan negara-negara tetangga,” tegasnya.
10 Menlu negara-negara anggota ASEAN telah mengeluarkan pernyataan bersama pada awal bulan ini untuk mengungkapkan kembali keprihatinan mereka atas ketegangan yang terus memuncak akibat permasalahan Semenanjung Korea.