Laith Al-Jnaidi, Lina Altawell, Rania Abushamala
30 Juli 2026•Update: 30 Juli 2026
Sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas dan 35 lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Kamis dini hari, meski gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober 2025 masih berlangsung.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser mengatakan dua korban tewas di Khan Younis, Gaza selatan, adalah Abdullah Nasser al-Balaawi (20) dan Ratel Mahmoud Abdullah (8).
Keduanya meninggal setelah serangan Israel menghantam tenda pengungsian di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat kota. Lima orang lainnya, termasuk anak-anak, turut mengalami luka-luka.
Sejumlah saksi mata mengatakan rudal yang ditembakkan helikopter Israel menghantam tenda tempat para pengungsi Palestina sedang tidur di dekat kawasan Applied College di Al-Mawasi.
Di wilayah lain, militer Israel juga menggempur daerah selatan Khan Younis, sementara kendaraan militernya melepaskan tembakan ke arah Al-Mawasi di barat laut Rafah. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut.
Serangan juga terjadi di Gaza tengah dan Gaza City
Di Kamp Pengungsi Bureij, Gaza tengah, seorang anak bernama Zaid Mohammed Nofal tewas dan empat warga Palestina lainnya terluka setelah sebuah apartemen di dekat gedung balai kota menjadi sasaran serangan, menurut sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Di Gaza City, seorang warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka ketika pesawat nirawak Israel menyerang seorang pria yang sedang mengendarai sepeda di dekat Stadion Yarmouk di Jalan Al-Wehda.
Dalam serangan terpisah, empat warga Palestina lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis, akibat serangan pesawat nirawak Israel yang menyasar sekelompok warga sipil di dekat persimpangan Abdul Aal di Jalan Al-Jalaa.
Sementara itu, serangan udara Israel terhadap sebuah apartemen di Gedung Al-Bassam dekat Sekolah Salah al-Din di kawasan Al-Nasr melukai 13 warga Palestina, sebagian besar anak-anak. Menurut saksi mata, serangan tersebut memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan oleh relawan dan tim pertahanan sipil.
Artileri Israel juga menggempur secara intensif wilayah timur kawasan Al-Tuffah di Gaza City, disertai tembakan berat dari kendaraan militer yang ditempatkan di sebelah timur wilayah yang dikenal sebagai "garis kuning."
Korban terus bertambah meski gencatan senjata
Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel disebut terus melancarkan serangan harian di Jalur Gaza. Sejak saat itu, sebanyak 1.209 warga Palestina dilaporkan tewas dan 3.943 lainnya terluka, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menimbulkan kerusakan yang meluas.
Dengan dukungan Amerika Serikat, Israel melancarkan serangan ke Gaza sejak 8 Oktober 2023. Menurut data Palestina, lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga dilaporkan hancur.