30 Juli 2026•Update: 30 Juli 2026
Pakistan menyatakan terus mengupayakan semaksimal mungkin agar Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan berdasarkan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad yang ditandatangani bulan lalu, di tengah meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi pada Kamis mengatakan negosiasi antara kedua pihak masih berlangsung untuk menormalkan situasi, terutama di Selat Hormuz.
Menurut Andrabi, Islamabad akan terus mendukung dialog dan diplomasi karena keduanya merupakan "satu-satunya jalan yang layak" untuk menyelesaikan krisis.
"Kami menyambut baik seluruh upaya yang bertujuan mempertahankan penghentian permusuhan dan melanjutkan kembali dialog antara Iran dan Amerika Serikat," ujarnya.
Ia menambahkan Pakistan melakukan "segala upaya" untuk membawa kedua negara kembali pada kesepakatan dalam MoU Islamabad agar seluruh persoalan yang masih menghambat dapat diselesaikan sesuai semangat perjanjian tersebut dan pernyataan bersama Pakistan-Qatar pada 22 Juni.
Andrabi mengatakan Pakistan mencermati dengan keprihatinan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah "masih rapuh" meskipun beberapa hari terakhir sempat menunjukkan kondisi yang relatif lebih tenang dan membangkitkan harapan.
Ia juga mendesak Washington dan Teheran untuk menahan diri semaksimal mungkin serta mematuhi komitmen mereka dalam melanjutkan kembali pembicaraan di tingkat teknis sesuai MoU Islamabad dan pernyataan bersama Pakistan-Qatar.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada April, kemudian melanjutkannya dengan penandatanganan MoU Islamabad di Swiss. Namun, eskalasi terbaru antara kedua negara kembali memunculkan keraguan terhadap masa depan kesepakatan tersebut.