Muhammad Abdullah Azzam
18 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Lokman İlhan
CARACAS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro sedang bersiap untuk melakukan perubahan radikal dalam kabinetnya.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengumumkan bahwa Maduro meminta semua menteri untuk siap dinonaktifkan dari jabatannya.
"Presiden Maduro meminta anggota kabinet untuk siap melepaskan jabatannya untuk restrukturisasi mendasar," kata Rodriguez dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Rencana ini dilakukan saat kubu oposisi dukungan Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan krisis politik paling serius sepanjang sejarah negaranya.
AS adalah negara pertama yang mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela di tengah protes nasional yang sedang berlangsung.
Sejumlah negara telah mengikuti langkah AS, tetapi Presiden Venezuela Nicolas Maduro menolak seruan untuk lengser dan bersikeras bahwa dia adalah target upaya kudeta yang dirancang AS.
Perekonomian Venezuela merosot tajam setelah penurunan harga minyak mentah global yang menjadi sumber ekspor utama negara itu.
Turki, Rusia, Iran, Kuba, China, dan Bolivia akan terus mendukung Maduro.