ANKARA
Turki bertekad membasmi organisasi teroris di Suriah yang mengancam keamanannya, kata presiden negara itu Recep Tayyip Erdogan pada Selasa.
"Kami bertekad untuk membasmi kelompok-kelompok jahat yang menargetkan keamanan nasional kami lewat Suriah," kata Erdogan menjelang pertemuan trilateral dengan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di ibu kota Iran, Teheran.
Para pemimpin berkumpul untuk menghadiri KTT ke-7 format Astana guna membahas perkembangan terakhir di Suriah, upaya melawan kelompok teroris, khususnya YPG/PKK dan Daesh/ISIS, yang menimbulkan ancaman bagi keamanan regional, situasi kemanusiaan, dan kembalinya orang-orang Suriah ke rumah mereka secara sukarela.
Erdogan mengatakan organisasi teroris PYD/PKK sedang mencoba untuk membelah Suriah dengan dukungan eksternal.
"Harus dipahami dengan jelas bahwa tidak ada ruang untuk terorisme separatis dan perluasannya di wilayah kami," ujar dia.
Dia juga mengatakan Tal Rifat dan Manbij Suriah telah menjadi "sarang teror," sambil menambahkan bahwa "waktunya telah tiba untuk membersihkan tanah ini dari organisasi teroris yang mencari pelabuhan yang aman."
Menggambarkan pembicaraan Astana di Suriah sebagai "perjuangan yang dapat mengambil langkah-langkah efektif dan konkret," Erdogan mengatakan Turki mengharapkan dukungan Rusia dan Iran untuk memerangi terorisme di Suriah.
Kembalinya warga Suriah ke tanah air mereka dengan sukarela dan aman adalah topik penting dari pertemuan ‘Proses Astana’, kata Erdogan.
Dia mendesak bahwa "hasil cepat dan konkret" oleh Komite Konstitusi Suriah harus dipastikan karena kegagalannya dipandang sebagai kegagalan proses Astana.
Proses Astana diluncurkan pada 2017 untuk memulihkan perdamaian di Suriah, yang telah dirusak oleh perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.
Membasmi semua kelompok teroris di Suriah
Di sisi lain, Putin menggarisbawahi pentingnya memusnahkan semua kelompok teroris, terutama Deash/ISIS, di seluruh wilayah Suriah.
Dia menekankan bahwa upaya Rusia, Turki dan Iran dalam menyelesaikan krisis di Suriah "secara umum efektif."
Putin mengatakan adopsi "langkah-langkah konkret" untuk mempromosikan dialog inklusif intra-Suriah adalah tugas ketiga negara dalam waktu dekat.
"Rusia berkomitmen kuat untuk integritas teritorial dan kedaulatan Suriah," tambah dia.
Putin juga mengusulkan untuk mengadakan KTT Astana berikutnya tentang Suriah di Rusia, dan mengundang para pemimpin Iran dan Turki untuk menghadiri pertemuan tersebut.
“Berkat bantuan dan dukungan negara-negara kami, tingkat kekerasan di Suriah telah menurun secara nyata, kehidupan damai dihidupkan kembali, dan ekonomi dan lingkungan sosial secara bertahap dipulihkan,” tukas dia.
news_share_descriptionsubscription_contact
