Mehmet Can Toptas
25 Mei 2026•Update: 25 Mei 2026
Sektor pertanian Turkiye memperkirakan produksi biji-bijian pada 2026 akan mencatat hasil kuat berkat kondisi cuaca yang mendukung, distribusi curah hujan yang baik, dan rendahnya risiko kekeringan.
Ketua Dewan Biji-bijian Nasional Turkiye (UHK) yang berbasis di Ankara, Yasar Serpi, mengatakan musim produksi tahun ini menjadi salah satu periode iklim paling menonjol bagi budidaya biji-bijian di negara tersebut.
Menurut dia, curah hujan yang teratur sejak musim gugur menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.
Serpi mengatakan April juga menghadirkan salah satu pola meteorologi paling signifikan dalam 50 tahun terakhir, yang membantu memenuhi kebutuhan air tanaman pada tahap pertumbuhan penting.
Ia menyebut curah hujan di wilayah tengah Turkiye melampaui rata-rata musiman selama April.
Mengutip data TurkStat, Serpi mengatakan kawasan tersebut mencakup 37 persen area budidaya gandum dan menyumbang 31 persen total produksi gandum nasional.
Kondisi itu dinilai mendukung perkembangan tanaman secara positif.
Serpi juga mengatakan curah hujan di wilayah tenggara Turkiye, yang menyumbang sekitar 20 persen produksi, turut meningkatkan perkembangan biji-bijian dan prospek hasil panen di daerah kering.
“Di beberapa wilayah Hatay, hasil panen diperkirakan mencapai 700 hingga 800 kilogram,” katanya.
Ia menambahkan perkembangan tanaman di wilayah barat laut dan utara Turkiye, khususnya kawasan Marmara dan Laut Hitam, juga lebih baik dibanding tahun lalu berkat hujan yang teratur.
Meski curah hujan tinggi di wilayah timur mendukung pertumbuhan tanaman, kondisi itu juga menyebabkan keterlambatan penanaman dan masalah drainase di sejumlah daerah rendah.
Namun, secara umum prospek produksi tetap dinilai positif.
“Turkiye dapat mencapai panen gandum sekitar 23 juta ton dan panen jelai 8,7 juta ton pada musim produksi 2026 jika kondisi iklim saat ini tidak mengalami dampak negatif signifikan hingga Mei,” ujar Serpi.
Ia menambahkan tren suhu pada tahap pengisian biji, distribusi hujan selama Mei, dan rendahnya risiko kekeringan akan menjadi faktor penentu volume produksi akhir.