Nicky Aulia Widadio
26 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Polisi Diraja Malaysia (PDRM) memburu aktor intelektual kasus pembunuhan dan mutilasi dua warga negara Indonesia (WNI).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan dua warga negara Pakistan berinisial A dan JIR yang sempat ditahan diduga sebagai eksekutor pembunuhan atas perintah aktor intelektual tersebut.
“Satu orang lagi (aktor intelektual) masih dalam pengejaran,” kata Dedi di Jakarta, Selasa.
PDRM hingga saat ini belum bisa menetapkan A dan JIR sebagai tersangka pembunuhan Nuryanto dan Ai Munawaroh karena belum cukup bukti.
“Aktor intelektualnya harus ditangkap dulu, karena dua orang ini tetap mengelak,” ujar dia.
Selain itu, tidak ada saksi yang melihat kedua terduga eksekutor ini membunuh Nuryanto dan Ai Munawaroh.
PDRM telah menahan A dan JIR selama 14 hari terkait kasus ini hingga 24 Februari lalu.
Polisi sempat membebaskan keduanya, namun kemudian menahan mereka kembali karena kasus pelanggaran imigrasi.
“Jadi saat ini dia tidak ditahan terkait kasus pembunuhan, tapi karena kasus imigrasi,” jelas Dedi.
Polisi Malaysia menemukan dua jenazah WNI di Sungai Buloh, Selangor pada 26 Januari 2019 lalu.
Nuryanto berangkat ke Malaysia untuk urusan bisnis pada Kamis, 17 Januari 2019, namun hilang kontak pada 22 Januari 2019.
A dan JIR merupakan orang terakhir yang bertemu Nuryanto dan Ai Munawaroh sebelum hilang dan ditemukan terbunuh.
Keduanya bertemu korban Nuryanto dan Ai Munawaroh pada 23 Januari dan sempat mengatar korban ke pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur.