Iqbal Musyaffa
17 November 2017•Update: 17 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Tiga institusi penting di Indonesia yakni Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Kepolisian Republik Indonesia memperkuat kerja sama dalam pengawalan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan melalui sinergisasi yang sudah dilakukan, kini sudah tampak beberapa hasil positif bagi perekonomian Indonesia.
“Salah satunya peredaran uang palsu bisa ditekan,” ujar Agus, Jumat.
Tiga tahun lalu terdapat 23 lembar uang palsu pada setiap 1 juta lembar uang yang beredar. “Kini rasionya sudah turun di bawah 10 lembar uang palsu,” ungkap Agus.
Selain itu, upaya penipuan sistem pembayaran juga saat ini sudah bisa dikawal proses hukumnya hingga ke pengadilan sehingga bisa menimbulkan efek jera.
BI juga mengapresiasi polisi yang sudah memiliki unit khusus untuk menghadapi ancaman siber.
Sinergi tiga lembaga juga mampu menekan penggunaan mata uang asing dalam setiap transaksi yang ada di Indonesia, seperti diamanatkan oleh undang-undang.
Polisi juga bertindak sebagai pengawal saat BI mendistribusikan rupiah ke daerah pelosok. Terlebih saat ini ada tambahan 152 kantor kas BI di daerah terpencil.
Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Moechgiharto mengatakan sinergi yang dilakukan ketiga lembaga ini meliputi pertukaran informasi dan data, pengawasan, pengamanan, serta pengawalan setiap aktivitas ekonomi beserta potensi ancamannya, dan juga penguatan sumber daya manusia.
“Polisi juga akan turut serta menjaga iklim investasi serta menjaga penerimaan dan pengeluaran negara agar tepat sasaran,” kata dia.