Shenny Fierdha Chumaira
02 November 2017•Update: 02 November 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Indonesia membenarkan adanya warga negara Indonesia (WNI) bernama M. Ilham Syahputra yang ditangkap oleh otoritas Filipina dalam operasi pembersihan teroris di Marawi kemarin pagi.
Pemuda berusia 32 tahun asal Medan, Sumatera Utara, itu diduga telah berbaiat kepada kelompok teroris Daesh dan datang ke Filipina pada November 2016 lalu, setelah mendapat undangan dilayangkan oleh pemimpin Abu Sayyaf bernama Isnilon Hapilon.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan pihaknya sempat mengira Ilham sudah lama tewas.
“Pada April 2017, kita menduga ada WNI yang terlibat dalam pertempuran di Marawi, Filipina, karena paspornya ditemukan tapi orang atau jasadnya tidak ada," kata Martinus di Jakarta, Kamis.
Namun, Polri kemudian mendapat kabar dari otoritas Filipina bahwa Ilham masih hidup dan kini ditahan serta diinterogasi otoritas setempat.
“Data dari pemerintah Filipina menyebutkan bahwa sejauh ini baru ada satu orang WNI yang ditangkap oleh otoritas Filipina," kata Martinus.
Dia menambahkan, hingga kini Polri masih menjalin komunikasi dengan pemerintah Filipina untuk memastikan bahwa Ilham terpenuhi haknya sesuai standar internasional, seperti mendapat pendampingan yang layak dari pengacara.
Adapun barang bukti yang telah disita dari tangan Ilham adalah satu granat, satu pistol, satu paspor, dan beberapa lembar mata uang asing.
Meski diduga terkait dengan Daesh, namun Polri hingga kini belum dapat memastikan apakah Ilham juga terlibat dalam peristiwa serangan bom Thamrin yang menewaskan 15 orang di Jakarta Pusat, awal 2016 lalu.
“Akan didalami juga apakah dia pernah menjadi tersangka aksi terorisme,” kata Martinus.
Marawi telah dinyatakan bebas Daesh sejak pertengahan Oktober 2017. Tentara Filipina memprediksi masih ada sektira 20 orang militan maute di wilayah tersebut.
Daesh di Marawi berhasil ditumpas setelah Isnilon Hapilon tewas dalam serangan militer oleh pasukan Filipina.