Muhammad Nazarudin Latief
13 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah Myanmar menarik pasukannya pada beberapa pos terdepan di daerah terpencil di Negara Bagian Rakhine utara, terutama di kota-kota Buthidaung dan Rathedaung, karena kurangnya personel, kata seorang pejabat militer regional, dilansir Myanmar Times, Rabu.
Kolonel Win Zaw Oo, Kepala Komando Wilayah Barat Tatmadaw (militer), mengatakan penarikan personel akan memungkinkannya untuk memperkuat pasukan di tempat-tempat yang lebih kritis.
Menurut penjaga perbatasan, pasukan ditarik Minggu malam dari delapan pos polisi di Buthidaung, Rathedaung, Kyauktaw, Minbya, dan kota Mrauk-U dan dipindahkan ke daerah yang lebih kritis.
Menurut penduduk, ketegangan tetap tinggi di kota-kota kecil setelah serangan baru-baru ini terhadap pos-pos polisi.
"Pasukan keamanan dalam siaga tinggi dan kami khawatir tentang serangan dan pertempuran baru," kata seorang warga desa.
Pada Sabtu, tersangka pejuang Arakan Army (AA) melancarkan serangan mematikan ke sebuah pos polisi di kota Ponnagyun, menewaskan sembilan perwira, serangan kedua sejak 4 Januari, ketika 14 perwira polisi tewas.