Maria Elisa Hospita
21 Maret 2018•Update: 22 Maret 2018
Kyaw Ye Lynn
YANGON, Myanmar
Htin Kyaw, presiden sipil pertama Myanmar dalam lebih dari setengah abad, resmi mengundurkan diri dari jabatannya, tulis Kantor Kepresidenan Myanmar dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu.
Dia merupakan penasihat setia pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. Htin Kyaw ditunjuk sebagai presiden setelah partai Suu Kyi, National League for Democracy (NLD), memenangkan pemilu 2015.
Menurut pernyataan tersebut, Htin Kyaw memutuskan mundur karena sudah tak ingin lagi mengemban tugas-tugasnya.
Kantor Kepresidenan menyatakan bahwa Myint Swe, wakil presiden yang ditunjuk militer, akan menjabat sebagai presiden sementara, hingga parlemen mendapat pengganti resminya dalam tujuh hari.
Htin Kyaw selama ini dipandang sebagai presiden boneka Myanmar, lantaran Suu Kyi terhambat undang-undang peninggalan junta militer, yang melarangnya menjadi presiden karena bersuamikan warga negara Inggris.