Hayati Nupus
02 Juni 2018•Update: 03 Juni 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyatakan obyek wisata alam di TNGM kembali ditutup sementara.
Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati, mengatakan penutupan ini dilakukan di sejumlah wilayah, meliputi Jurang Jero, Tlogo Muncar, Tlogo Nirmolo, Kalikuning Park, Pluyon, Deles dan Jalur Pendakian Selo serta Sapuangin.
“Penutupan ini untuk mengantisipasi dampak dari letusan Gunung Merapi kemarin,” ujar dia dalam siaran pers, Sabtu.
Letusan itu, ujar Amy, menciptakan lima titik api, dua di antaranya di Dusun Stabelan Desa Tlogolele, Kecamatan Selo dan tiga lainnya di Cangkringan.
“Ada vegetasi yang terbakar akibat material jatuhan,” kata Amy.
Meski begitu, Amy memastikan kelima titik api tersebut sudah padam karena tak lagi mengeluarkan asap.
Amy juga mengatakan berdasarkan pantauan, tak ada satwa yang turun sebagai pertanda Merapi tidak akan segera meletus.
“Berdasarkan pantauan kami kondisi Merapi masih aman,” tegas Amy.
Balai TNGM juga mengimbau agar semua pihak tetap waspada.
Amy juga mengatakan Balai TNGM tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan pasca letusan.
Gunung Merapi kembali meletus pada Jumat pukul 08.20, disusul dua letusan berikutnya pada 20.24 WIB dan 21.00 WIB.
Letusan pertama berdurasi dua menit, dengan tinggi kolom mencapai 6.000 meter ke arah barat laut. Sedang letusan berikutnya setinggi 2.500 meter dari kawah dan 1.000 meter.