Muhammad Latief
25 September 2017•Update: 27 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dipastikan masih normal seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung, demikian dikatakan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kementerian Perhubungan Baitul Ihwan, Senin.
“Lokasi bandara jauh dari Gunung Agung, kedatangan dan kepergian pesawat masih normal seperti biasa,” tegasnya.
Beberapa negara seperti Inggris, Australia dan Singapura telah mengeluarkan travel advice kepada warganya, namun peringatan itu, kata Baitul, untuk berwisata di sekitar Gunung Agung saja.
Bandara Ngurah Rai sudah menyiapkan rencana kontingensi dengan memindahkan rute penerbangan jika terjadi gangguan, yaitu di Bandara Surabaya, Lombok, Semarang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan dan Makassar.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan meski kelak Gunung Agung meletus, tidak serta merta menutup aktivitas bandara.
Bandara, kata Sutopo, mempunyai otoritas untuk menilai dampak aktivitas Gunung Agung pada keamanan penerbangan, “Dengan memantau sebaran abu atau Visual Capability Absorption(VAC) dengan mengacu data dari BMKG dan otoritas penerbangan Australia,” katanya.