Hayatı Nupus
21 Januari 2020•Update: 22 Januari 2020
JAKARTA
Postur tubuh gunung berapi Taal di Filipina membesar dengan posisi miring, pertanda pasokan magma naik ke permukaan dan letusan kuat akan segera terjadi, menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs).
Pejabat Renato Solidum Jr. mengatakan Taal tengah “mengisi ulang” amunisinya untuk kembali meletus.
“Ada pasokan magma dari bawah berdasarkan gempa bumi dan deformasi tanah,” ujar Solidum, kutip The Philippine Star hari ini.
Aktivitas Taal itu juga mengubah lanskap gunung api, lanjut Solidum.
Sebelah timur laut gunung hampir tenggelam sementara postur keseluruhan membengkak.
Kepala Divisi Pemantauan Gunung Berapi Phivolcs Mariton Bornas mengatakan pembengkakan itu menandakan akumulasi magma di dekat kawah.
Bahkan sebelum meletus pada 12 Januari lalu, Solidum mengatakan mereka telah memperingatkan publik tentang zona bahaya permanen pulau gunung berapi itu.
“Kami telah memperingatkan sejak bertahun-tahun lalu bahwa permukiman permanen dilarang di pulau itu,” kata dia.
Dia mengimbau masyarakat untuk menjauh dari zona bahaya radius 14 kilometer dari kawah gunung berapi.
Saat ini, gunung tersebut berada pada level 4.
Sejak Minggu, Phivolcs merekam lebih dari 600 gempa vulkanik terjadi, menandakan terus naiknya magma.