08 September 2017•Update: 08 September 2017
Hader Glang
KOTA ZAMBOANGA, Filipina
Dua dari tujuh tawanan Indonesia telah dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, setelah sebuah operasi militer yang menewaskan lima militan dilancarkan di selatan Pulau Sulu.
Komandan Satuan Tugas Gabungan Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana mengidentifikasi warga Indonesia yang dibebaskan sebagai Saparrudin Kone dan Sawal Maryam yang ditemukan di Talipao, Sulu.
Ia mengatakan, baku tembak yang berlangsung selama 30 menit tersebut telah mengakibatkan lima anggota pemberontak tewas dan lima tentara luka-luka. Selain itu, tiga senjata api milik kelompok militan juga ditemukan di lokasi insiden.
Menurut Sobejana, sekelompok pemberontak tersebut adalah pengikut dari sub-pemimpin Abu Sayyaf Idang Susukan, salah satu teroris yang paling dicari di Filipina, yang terlibat dalam penculikan di Malaysia.
Tentara menandai Susukan sebagai dalang penculikan Kone, Maryam, dan lima pelaut Indonesia lainnya di perairan Merabong dekat distrik Kunak, Sabah, pada November tahun lalu.
"Dua warga Indonesia yang dibebaskan saat ini tengah dirawat di rumah sakit pemerintah untuk pemeriksaan kesehatan," jelas Sobejana.
Komando Milter Mindanao Barat mengatakan bahwa hingga saat ini empat warga Vietnam, lima warga Indonesia, dan empat warga Filipina - masih menjadi tawanan Abu Sayyaf.