Hayatı Nupus
23 Januari 2020•Update: 23 Januari 2020
JAKARTA
Filipina memperingatkan warganya yang masih berada di zona bahaya 14 km dari puncak Gunung Taal untuk segera mengungsi dalam waktu 48 jam atau mereka akan dievakuasi dengan paksa.
Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina (PNP) Brigjen Bernard Banac mengatakan ultimatum itu disampaikan sebelum wilayah itu akan dikunci total karena situasi kian memburuk.
“Daerah itu berbahaya dan tubuh gunung terus membengkak,” ujar Banac, hari ini, kutip The Philippine Star.
Filipina telah menyusun daftar 14 kota yang masuk dalam zona bahaya.
Saat ini lebih dari 235.000 orang atau 98 persen populasi daerah tersebut telah dievakuasi.
Sekretaris Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano mengatakan lebih dari 500 polisi dan sejumlah tentara tengah mencari sisa dua persen populasi yang menolak untuk evakuasi itu.
“Warga yang masih menolak untuk mengungsi akan dievakuasi secara paksa,” kata Banac.
Wakil Menteri Sains dan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) Renato Solidum Jr mengatakan Gunung Taal tetap berpotensi untuk erupsi besar eksplosif dalam beberapa jam atau hari mendatang, meski sejauh ini aktivitas vulkaniknya menurun.
“Sudah ada magma di bawah gunung berapi. Kami sedang melihat seberapa cepat magma bisa sampai ke permukaan [kawah],” kata dia.
Saat ini, Gunung Taal berada pada Level 4 dan Philippine Seismic Network (PSN) mencatat sudah ada 481 gempa vulkanik, termasuk delapan getaran frekuensi rendah.
Gempa vulkanik, lanjut PSN, terkait dengan pergerakan magma.