Pizaro Gozali İdrus
09 Maret 2018•Update: 09 Maret 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah segera merespons kekerasan terbaru di Sri Lanka yang menewaskan umat Islam.
“Indonesia tidak boleh diam. Menteri Luar Negeri harus segera memanggil Duta Besar Sri Lanka,” jelas Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin Junaidi saat dihubungi Anadolu Agency, Jumat di Jakarta.
Muhyiddin juga meminta Indonesia tidak ragu menyurati Sri Lanka jika kekerasan terus berlanjut.
Sebab, kata Muhyiddin, kasus kekerasan terhadap minoritas Muslim di Sri Lanka bukan kali ini saja terjadi.
“Kita harus minta informasi kepada Sri Lanka mengenai kondisi umat Islam di sana,” jelas Muhyiddin.
Muhyiddin menilai kejadian mutakhir di Sri Lanka tak lepas dari lingkaran kekerasan yang terus berlangsung di Myanmar.
“Kondisi di Myanmar belum ada perubahan. Wajar Indonesia harus bersikap lebih keras,” kata Muhyiddin.
Muhyiddin meminta agar kelompok ekstremis Budha menghentikan kekerasan terhadap umat Islam.
Lebih dari 200 rumah, tempat usaha dan kendaraan dibakar dengan sengaja dalam tiga hari ini, menurut kantor berita Prancis AFP, meski menurut laporan-laporan yang belum bisa dikonfirmasi, angka kerugian ini bisa jadi lebih tinggi karena beberapa insiden kecil masih terus terjadi.
Pemerintah Sri Lanka pada Rabu memblokir beberapa platform sosial media populer seperti Facebook, Viber dan WhatsApp untuk meredam ujaran kebencian dan pesan berantai yang menargetkan komunitas Muslim.