Michael Hernandez
26 Juni 2018•Update: 26 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya akan mengatur panggilan telepon antara Presiden Donald Trump dan sahabatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, setelah kemenangan elektoral Erdogan.
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, komunikasi itu akan fokus pada penegasan kembali "ikatan kuat" antara Washington dan Ankara. Namun Sanders tidak mengungkapkan kapan kontak telepon itu akan dilakukan.
"Kami mendorong Turki untuk mengambil langkah-langkah untuk memperkuat demokrasi dan melanjutkan kemajuan menuju penyelesaian masalah dalam hubungan bilateral," katanya kepada wartawan.
Warga Turki pada hari Minggu pergi ke tempat pemungutan suara untuk pemilihan presiden dan parlemen di mana Erdogan memenangkan kursi kepresidenan Turki, menurut hasil awal.
Dengan 99,6 persen kotak suara yang telah dibuka, Erdogan memimpin dengan 52,58 persen suara sementara, dengan saingan terdekatnya, Muharrem Ince, tertinggal di 30,64 persen.
Dalam pemilihan parlemen hari Minggu, Aliansi Rakyat - koalisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) - memenangkan 53,6 persen suara.
Beberapa pemimpin dunia telah mengirim ucapan selamat Erdogan menyusul kemenangan, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.
PBB secara terpisah mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres "berharap untuk melanjutkan kerja sama dengan Turki dalam berbagai isu" setelah kemenangan Erdogan.