Rıskı Ramadhan
16 Januari 2018•Update: 16 Januari 2018
Cansu Dikme dan Sibel Ugurlu
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan bahwa Turki siap "kapan saja" untuk memulai sebuah operasi di daerah perbatasan yang terkepung di Suriah
"Pasukan bersenjata Turki akan menyelesaikan masalah Afrin dan Manbij sesegera mungkin. Persiapan kami telah selesai, operasi bisa dimulai kapan saja," kata Erdogan dalam sebuah acara pembukaan di Ankara.
Unit militer Turki telah dikerahkan ke Afrin, sebuah distrik di Aleppo yang terletak dekat perbatasan Turki-Suriah, satu wilayah yang dikepung oleh organisasi teroris PKK/PYD.
PKK/PYD adalah cabang Suriah dari PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Sebuah Operasi Afrin dapat mengikuti keberhasilan Operasi Perisai Eufrat Turki yang berlangsung selama tujuh bulan dan berakhir pada bulan Maret 2017.
Erdogan juga menanggapi rencana Amerika Serikat (AS) untuk membentuk tentara yang dipimpin oleh teroris PKK/PYD yang baru saja diumumkan.
"AS mengakui telah membentuk sebuah tentara teroris di sepanjang perbatasan Turki," kata Erdogan.
Dia menegaskan bahwa Turki akan membunuh tentara tersebut sebelum mereka lahir.
Turki telah sejak lama memprotes dukungan AS terhadap PKK/PYD.
Washington menepis kritikan tersebut dan mengatakan bahwa bantuan kelompok teroris itu dibutuhkan dalam perang melawan Daesh
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, dan telah menyatakan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, hingga menewaskan sekitar 40.000 jiwa.
Setelah gencatan senjata kecil, PKK kembali melancarkan perang pada Juli 2015. Sejak saat itu, PKK bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 1.200 anggota pasukan keamanan dan warga sipil.