Shenny Fierdha Chumaira
17 Januari 2018•Update: 17 Januari 2018
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Sampai Selasa malam pukul 20.00 WIB, terhitung ada 56 korban luka masih menjalani rawat inap akibat robohnya selasar lantai gedung BEI sementara 17 korban lainnya mendapatkan rawat jalan
Dengan demikian total korban luka akibat ambruknya selasar lantai tersebut mencapai 73 orang.Polisi mengatakan sejauh ini mayoritas korban mengalami patah tulang.
Pihak BEI akan menanggung biaya perawatan korban sebagai bentuk tanggung jawab.
Polisi juga masih mencari tahu apakah musibah ini terjadi akibat kesengajaan, kelalaian, atau karena murni kecelakaan.
Sementara itu, Direktur Cushman and Wakefield Indonesia selaku pengelola gedung BEI Farida Riyadi mengatakan bahwa bagian luar gedung mendapat perawatan khusus karena terkena panas dan hujan.
"Bagian dalam gedung tidak diberikan perawatan khusus kecuali untuk hal-hal yang menyangkut mechanical engineering, yang elektronik, seperti lift," jelas Farida.
Selasar lantai yang ambruk berada di dalam gedung.
Farida menegaskan bahwa semua selasar di tower 1 dan tower 2 gedung BEI akan dikuatkan sehingga insiden ini tidak terulang.
Selasar lantai mezzanine tower 2 gedung BEI mendadak roboh pada Senin siang, melukai puluhan karyawan BEI dan mahasiswa yang kala itu sedang mengunjungi gedung.