Hayati Nupus
19 September 2018•Update: 19 September 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah tengah membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 12 kota di Indonesia.
Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kesehatan (KLHK) Ujang Solihin mengatakan PLTSa itu berlokasi di DKI Jakarta, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang dan Kota Manado.
“Sampah-sampah itu dikelola di PLTSa menggunakan teknologi tinggi dan diubah menjadi sumber energi,” kata Ujang, Rabu, di Jakarta.
Ujang mengatakan kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Di Jakarta, ujar Ujang, pemerintah membutuhkan setidaknya empat unit PLTSa.
Harapannya, kata Ujang, keempat PLTSa itu dapat menyelesaikan persoalan sampah yang diproduksi warga Jakarta sebanyak 7000-8000 ton sehari.
Sejauh ini, tutur Ujang, baru satu PLTSa yang sudah terbangun di Jakarta, tepatnya di Sunter, Jakarta Utara, dengan kapasitas produksi hingga 2200 ton sampah per hari.
Jika produksi mencapai 2200 ton sampah, kata Ujang, PLTSa tersebut berpotensi menghasilkan listrik sebanyak 15-20 megawatt.
Selain di Jakarta, tutur Ujang, PLTSa serupa sudah terbangun di Bali dan Surabaya. Lainnya akan menyusul kemudian.
Ujang mengatakan penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari hulu, dengan membangun kesadaran masyarakat untuk meminimalisir produksi sampah.
Pemerintah menargetkan pada 2025 sampah akan terkurangi hingga 30 persen dan tertangani 70 persen.