Megiza Asmail
04 Oktober 2017•Update: 04 Oktober 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mengajak warga Indonesia untuk lebih memerhatikan masalah lingkungan, terutama kawasan laut. Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Anita Nirody menyebut sebagai negara dengan wilayah laut yang luas, orang Indonesia dapat menjadi duta lingkungan dunia.
“Sebanyak 70 persen wilayah negara ini laut, turis dari seluruh dunia datang ke Indonesia hanya untuk melihat kehidupan laut yang sangat indah,” kata Anita dalam diskusi Konservasi Keanekaragaman Hayati untuk Kemamuran Masyarakat di Jakarta, Rabu.
Namun sayangnya, kata Anita, banyak pelanggaran kelautan terjadi.
PBB mencatat dari 8 juta ton sampah plastik yang tersebar di lautan dunia, Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara yang paling banyak membuang sampah di laut setelah Tiongkok. Urutan berikutnya ditempati Filipina, Vietnam dan Srilanka.
PBB juga mencatat terdapat 1,29 juta debris alias tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi per tahunnya yang tumpah di laut dunia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa sampah plastik menjadi masalah besar yang kini sedang diselesaikan pemerintah Indonesia.
Bahkan, kata Luhut, Citarum tercatat sebagai sungai terkotor di dunia.
Terdapat setidaknya 1,29 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut Indonesia, 80 persen di antaranya berasal dari darat.
“Ini berbahaya, bukan hanya bagi lingkungan hidup di laut, namun juga bagi perempuan hamil yang mengonsumsi hasil laut,” kata dia.
Menteri Luhut mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk menyelesaikan persoalan sampah plastik di laut seperti membangun kesadaran masyarakat, mengontrol pembangunan sampah plastik, mengontrol puing sampah laut, pembiayaan dan pembuatan organisasi untuk mengolah sampah plastik.
Target pemerintah, masalah sampah plastik berkurang 70 persen hingga 2025 nanti.
“Kalau tidak dimulai sekarang, pada 2050 nanti bisa-bisa akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut Indonesia,” ujar Luhut.