Hayati Nupus
01 November 2017•Update: 03 November 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia dan Malaysia menggelar patroli bersama dalam Operasi Optima Malindo 2017 pada Rabu di Perairan Batam.
Dari Indonesia, patroli bersama ini dilakukan oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla), TNI Angkatan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sementara dari Malaysia dilakukan oleh Agency Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).
"Operasi Optima Malindo 2017 ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Coordinated Operations Control Committee (COCC) ke-65 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24 Oktober lalu," ujar Direktur Operasi Laut Bakamla sekaligus Ketua Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo Rabu,
“Patroli Optima Malindo ini merupakan hasil rancangan Indonesia, sebagai bentuk kerja sama kedua negara,” tambah Rahmat.
Rahmat mengatakan patroli ini sesuai dengan Common Guidelines Concerning Treatment of Fishermen by Maritime Law Enforcement Agencies yang telah disepakati kedua negara. Kesepakatan tersebut menyebutkan bahwa jika terdapat kapal ikan kedua negara menangkap ikan di wilayah abu-abu, maka patroli akan mengusir kapal tersebut keluar dari area. “Untuk menjaga hubungan baik kedua negara,” kata dia.
Operasi bersama dengan negara lain, kata Rahmat, penting demi menjaga keamanan dan keselamatan perairan dan yurisdiksi Indonesia.
“Agar Indonesia aman dari gangguan dan pelanggaran laut, penegakkan hukum pun terjaga,” kata dia.
Dalam operasi itu, tim patroli kedua negara memeriksa 20 kapal yang kesemuanya memiliki dokumen lengkap.