09 Agustus 2017•Update: 11 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Seorang petani warga Dusun Paket, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur tewas terkena rekoset atau pantulan tembakan saat Batalyon Paskhas 646 Malang TNI Angkatan Udara menggelar latihan menembak, Selasa kemarin.
Latihan tersebut digelar di lapangan tembak Gondomayit Lapangan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh, Malang.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI, Jemi Trisonjaya, mengklaim, latihan yang dilakukan Batalyon Paskhas 464 Malang TNI AU sudah sesuai prosedur.
Bahkan, pihaknya telah melakukan pemberitahuan dan sosialisasi kepada warga dan petani terkait latihan di Pangkalan TNI AU Abdul Rahman Saleh. Selain itu, TNI AU juga telah melakukan penyisiran lokasi sebelum latihan digelar.
“Tim advance 9 orang pukul 06.30 WIB sudah berangkat lebih awal untuk mensterilkan lapangan tembak dan memberitahukan kepada warga penggarap di wilayah dekat lapangan tembak,” ujar Jemi melalui pesan Whatsapp kepada Anadolu Agency.
Jemi juga menegaskan insiden tersebut bukan kesalahan prosedur, melainkan murni kecelakaan. Meski demikian, Jemi mengaku akan mengevaluasi pelatihan tersebut.
“Tidak ada penyimpangan atau kesalahan prosedur dalam latihan. Namanya rekoset dari peluru, bukan kesalahan prosedur, itu murni kecelakaan,” tegas Jemi.